Latest News

Hubungan Pikiran dan Otak





beberapa pekan lalu ketika saya, suami dan tiga orang teman lainnya terlibat dalam diskusi
singkat dalam perjalanan pulang di dalam mobil. saat itu sudah lewat tengah malam tapi entah
dapat energi dari mana tiba-tiba saja obrolan ringan kami itu berubah jadi diskusi yang cukup
berat mengenai pikiran dan otak.

selama berabad-abad bidang kedokteran menganut kepercayaan bahwa kondisi fisik (baca=otak)
membangkitkan kondisi mental, bukan sebaliknya.

barangkali kita sudah tahu apa itu otak, benda lunak kecil sebesar kepalan tangan,keriput dan bersembunyi dibalik tengkorak kita. dan pikiran adalah manisfestasi dari aktifitas otak tersebut. tetapi seandainya aktifitas otak bisa mengubah pikiran bisakah hal yang sebaliknya terjadi ?

pernahkah kita bertanya mengapa seorang yang miskin tapi bahagia tubuhnya sehat dan jarang sakit ?
ataukah kita terheran-heran melihat orang kaya yang hidupnya mewah tapi sering  mengalami depresi ?

ketika kita merasa sedih akan sesuatu hal  tanyakan kepada diri sendiri apakah
yang sesungguhnya membuat kita sedih, apakah kejadian yang menimpa kita ? atau pikiran kita ?

sebuah penelitian di pusat terapi kognitif dan kesehatan mental di Toronto mengumpulkan pasien yang  telah sembuh dari depresi selama setahun dan meminta mereka mendengarkan lagu-lagu bermelodi setengah ketukan (lagu melow) secara rutin.
setelah mendengarkan lagu itu pasien dites dan ternyata tingkat pesimisme dan kesedihan mereka meningkat, tidak hanya itu
pasien yang telah sembuh ini juga mengalami depresi kembali dalam rentang waktu 18 bulan.

kesimpulannya mendengarkan lagu melow bisa membuat kita memikirkan hal-hal buruk/kegagalan yang pernah kita alami dan menimbulkan emosi berupa rasa sedih. tetapi apakah hal yang sama tidak akan terjadi ketika kita sedang memikirkan hal-hal baik/keberuntungan lalu kita mendengarkan lagu melow.

pada tahun 2004 bidang kedokteran akhirnya memberi pengakuan terhadap pikiran yang bisa berinteraksi dengan otak. dengan adanya hubungan dua arah ini maka memungkinkan keduanya untuk saling mempengaruhi, sebagaimana otak dapat merubah pikiran, pikiranpun dapat merubah otak.

OKE sampai sini kita paham bahwa pikiran bisa mempengaruhi otak, dengan selalu berpikiran positif dan optimis kita mungkin akan terhindar dari depresi atau rasa sedih
yang berlebih tetapi untuk sampai pada kesimpulan bahwa pikiran dapat merubah otak masih terlalu dini untuk bisa kalian pahami betul iya kan ?

ada sebuah penelitian yang mencengangkan yang dilakukan seorang ilmuan bernama Pascual Leone. dalam penelitian ini Pascual mengajari sekelompok sukarelawan untuk melatih kelima jarinya memainkan tuts piano selama 1 jam setiap hari, latihan ini dilakukan selama 5 hari setelah itu mereka dites dan ternyata kemampuan motorik mereka semakin hari semakin baik, bagian korteks motorik pada otak mereka berkembang seiring dengan mempelajari keahlian baru. tapi penelitian Pascual tidak hanya sampai disitu, ia juga meneliti sekelompok sukarelawan lain yang diminta untuk "MEMBAYANGKAN" sedang berlatih piano dalam waktu yang sama dengan kelompok yang sebelumnya, dan hasilnya : area korteks motorik pada otak mereka juga meluas seperti yang terjadi dengan kelompok yang mempraktikan latihan piano itu !!!

dengan begitu maka jelaslah bagi kita bahwa pikiran itu bisa merubah otak. seperti yang terjadi pada mereka yang membayangkan berlatih piano ketika mereka akhirnya mempraktikannnya waktu yang diperlukan untuk bisa mempelajari keahlian baru ini akan jauh lebih singkat dari pada yang mereka yang tidak membayangkannya terlebih dahulu. maka dari itu setelah selesai membaca artikel ini hendaknya kita behati-hati dalam menggunakan pikiran kita karena pikiran baik akan berpengaruh baik pada tubuh/fisik kita dan pikiran buruk akan berpengaruh buruk pada tubuh/fisik kita. dan apabila hendak melakukan sesuatu atau mempelajari sesuatu yang baru ada baiknya kita memikirkannya dulu (niat dulu lah minimal...!) karena hal itu bisa memberikan kesempatan bagi tubuh kita untuk mempersiapkan diri dalam melakukan hal tersebut dan juga bisa membuat kita lebih cepat dalam melakukan/ mempelajari hal tersebut

STAY CURIOUS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Its Okay To Be Smart Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.